Thursday, 22 August 2013

I belong to youuu dear :(

Bulan lalu, setelah resmi lulus sekolah menengah. Aku dan pacarku berpisah. Dia di bekasi dan aku di jogja. Biasa aja sih ya sebenernya. Jarak gak jauh jauh amat emang. Tapi pisah nya itu yang bikin masalah. Iya kalo kita sama sama punya waktu senggang, yang walaupun jarak yang memisahkan itu jauh tetep bisa saling kunjung satu sama lain. Ha ini enggak. Setiap hari sama sama kerja, iya aku kerjanya enak enteng bisa disambi sambi. Ha dia? Kerja lima hari seminggu nggak nutup kemungkinan dia buat sibuk :(

Untung dia pulang sebulan, dan katanya nunggu panggilan lagi. Eh kemaren lusa dia dapet panggilan katanya. Dan dia bakal ninggalin aku lagi. Dan aku akhirnya hanya galau lagi !

Kemaren, adalah pertemuan terakhir kita di tahun ini (mungkin). Dia datang di tempat kerjaku sebelum jam kerjaku berakhir. Aku pulang biasanya pukul empat. Dan kemaren dia datang pukul empat kurang lima belas menit. Dia datang dengan senyum yang selalu indah menurutku. Menggodaku dengan candaannya yang selalu dapat membuat hatiku mencair. Sesaat sebelum itu, aku sedang dalam kondisi marah padanya. Bad mood berat. Karena akhir-akhir ini ia sering sekali sibuk dengan urusannya dan melupakanku.

Tapi semua itu seketika tak kuingat setelah dia datang memberiku kejutan, bukan dengan hadiah atau apa. Tapi kehadirannya itu sudah sangat membuatku bahagia. Tak henti-hentinya aku memasang senyum ketika bersamanya.

Setelah jam kerjaku habis, dia memberiku tiga pilihan. Hal yang selalu aku sukai darinya. Mau kemana? Makan apa? Dimana? Ya, aku sendiri tak mengerti mengapa dia selalu memberikan semua keputusan padaku. Entah dia menghormatiku atau dia sendiri tidak bisa memutuskan segala hal.

Aku pun memilih untuk pergi ke warung bakso kesukaanku, setelah kesana ternyata tutup. Malang banget. Kami pun pergi ke alternatif kedua, tempat yang sudah biasa kami makan disana. Setelah pesan sama abangnya. Dia duduk disampingku, dia bilang.

Aku keluar rumah udah sejak jam sebelas tadi loh.

Ya sebelumnya jam jam sepuluh dia sms, bilang kalau dia sibuk dan gak bisa smsan dulu, aku sudah berfikiran negatif tentang ini. Aku pikir dia sibuk ngapain dengan berbagai hal yang pastinya melupakan aku.

Ngapain emang?

Rahasia dooong

Sampai detik itu ia masih membuatku penasaran apa yang tengah ia sembunyikan dariku. Aku pun kembali diam, dan bertanya tanya sendiri di hatiku. Aku mainkan tutup saos yang ada di depanku. Kemudian dia keluarkan plastik yang ada isinya kertas kertas gitu.

Gausah ngambek lagi dong, nih. Aku tadi tuh nyari ini.

Kuterima kertas kertas yang ia ingin tunjukkan padaku. Satu lembar surat keterangan berperilaku baik dari kepolisian, satu kartu NPWP, dan satu lembar kuitansi pembelian tiket bus. Yang penting buat aku saat itu hanya kuitansi itu. Semuanya gak ada artinya, gak penting. Ku baca pelan pelan kuitansi itu. Kulihat jadwal kumpul dan berangkatnya membuatku sesak, dan membuat mataku penuh akan airmata. Yang bahkan airmata itu tak bisa menetes karena aku terlalu malu untuk mengakui kalau aku takut kehilangannya.

22 Agustus 2012, pukul 14.30

Itu hari ini bukan? Dan aku tak bisa mengiringi kepergiannya. Aku harus stuck disini dengan berbagai hal yang aku anggap tak penting. Dan aku tak bisa menemaninya. Tak bisa melihat saat saat terakhir dia disini tahun ini. Iya. Aku sedih. Lebih sedih dari kepergiannya bulan lalu. Lebih sedih dari ditinggal pergi embakku. Lebih sedih dari pas aku harus ngekos pisah sama ortu. Sedih banget.

Memang seih, seharusnya aku bahagia karena tau, dia sudah mendapat pekerjaan yang layak untuk setahun kedepan. Dan seharusnya aku seneng karena dengan ini dia dapat menabung untuk memperjuangkan masa depan kita.

Tapi hati ini tetap sakit ketika mengetahui hubungan kita harus dibatasi jarak dan waktu. Jadi aku harus pacaran dengan handphone gitu untuk setahun ke depan? Duh, semoga aku dapat melaluinya dengan baik ya Tuhan. Amin amin amin :(
-----

Setelah makan, aku bingung. Kalau dia pergi besok bukankah ini pertemuan terakhir kita? Kalau ini pertemuan terakhir harusnya jangan sesingkat ini. Sepertinya dia menangkap gelagat resahku. Dia mengajakku ke taman (Y). Di taman kita ngobrol, ya ngobrol. Ngomongin banyak hal yang biasa aja sih menurutku. Dan aku masih resah karena selalu saja tersadar kalau besok dia akan meninggalkan ku.

Obrolan kita berlangsung sangat lama. Sampai adzan magrib terdengar dan sepertinya ini sudah menjadi waktunya pulang. Meski sebenarnya aku belum ingin pulang. Akhirnya aku nyeplos harusnya kita makan eskrim bareng. Dan dia setuju. Aku seneng banget.

Kita pun pergi ke minimarket terdekat. Selain beli eskrim dia juga mau beli beberapa makanan yang bisa dia bawa untuk bekal perjalanannya. Dan jadilah aku menemani dia belanja. Udah macam anak kecil buntutin emak emak, aku ngekor kemanapun dia jalan. Kesana kesini. Sesekali dia nawarin mau beli apa, tapi aku gak mau. Aku bilang aku cuma mau eskrim. Eskrim rasa nanas (yang aku tau gak bakalan ada).

Lucu gak sih? Es krim yang aku minta sama dia itu, eskrim rasa nanas. Dia malah ngetawain aku, dibilang mau nggugurin kandunganlah, apalah (read : nanas katanya dapat digunakan untuk menggugurkan kandungan) *katanyaaa*.

Pas sampek di box eskrim, aku lihatin deh semuanya, ada rasa mangga, strowberry, blackcurrant, cinno-cinno, pisang, coklat dan gak ada yang rasa nanas. Emang gak bakalan ada haha. Dia nawarin beli cornetto aja. Aku sih manud aja sama dia, yang bayar dia ini haha. Tapi dia malah nawarin beli cornetto mini, yang satu kardus isi 12 buah. Dimakan diparkiran minimarketnya, semacam gembel. Dilihat orang sih... Ada adek adek yang kepengen eskrim kita jugak. Lucu siih, tapi kelucuan itu harus berakhir pas embakku sms nyuruh aku pulang.

Keyakinan ku waktu itu adalah, pasti aku bakalan kena amukan massa kalau udah sampai rumah. Dia pun ngajakin aku pulang. Ya dengan nasihat nasihat yang banyak tentu saja. Secara kan kita mau berpisah untuk waktu yang lama. Jadiiii, banyak banget kata terakhir yang diucapin.
Gak jauh jauh sih dari, baik baik disini, jangan nakal, dan kawan-kawannya yang lain.

Aku masih bisa tersenyum waktu. Eh, sampai rumah. Baru aku nangis tak tertahankan. Huaaaaaaa, sedih banget rasanya :(

Buat kamunya, jangan pergi lama lama yaaa :(
Inget selalu kalau kamu punya aku, inget selalu kalau aku itu milik kamu. Jaga hati jaga mata yaaa :)

No comments:

Post a Comment