Monday, 26 August 2013

INTERLUDE OF LOVE #PART 3


INTERLUDE OF LOVE #PART 3
Pengarang : Aku (Indah Melisiam)
Genre : Love story (drama)
Cast : 
Marsya Careninna
Damar Anggoro
Reno Adriano
Toddy Alfiansyah
etc

 Damar's Views

Kupandangi Marsya yang ada disampingku. Sungguh, dia teramat sangat menawan untukku. Dia punya mata yang indah, senyum yang manis, hidung yang pesek tapi lucu, dan rambutnya yang panjang yang selalu tergerai dan berkibar ketika tertiup angin. Benar-benar istimewa.

'Kenapa ngeliatin aku kayak gitu?', tanyanya yang mulai sabar kuperhatikan.

'Enggak, nggak papa kok',jawabku penuh salah tingkah. Sial sekali. Disaat seperti ini aku pasti sangat kelabakan, seperti maling yang ketahuan mencuri. Mati gaya. Benar benar mati gaya.

'Sya, lo kalau ada apa-apa cerita dong sama gue, jangan lu pendem sendiri gitu',ucapku mencoba mengalihkan pembicaraan dan mencoba mencairkan tingkahku yang masih gagu.

'Gue itu gapapa Mar, beneran deh gapapa'

'Kok lo tega sih Sya boong sama gue? Gue tau lho kapan kalo lo lagi sedih'

'Gausah sok tau deh', jawabnya ketus.

'Galak',balasku.

'Biarin, suruh siapa kepo'

'Haha, gaboleh?',candaku sambil mencubit perutnya

'Damaaaar, apaan sih?',ucapnya sambil tertawa. Oke tak apa dia ngatain aku kepo. Yang penting buat aku adalah bisa selalu membuat Marsya tertawa itu sudah cukup.

-----

 Reno's Views

Beginilah, gaenaknya jadi anak kelas tiga. Karena mau ketemu yang namanya ujian akhir les ini itu pun harus mau gak mau dijalanin. Terpaksa ninggalin semua hobby, dan segala hal yang seharusnya bisa aku lakuin saat ini. Iya. Les itu emang berguna banget buat aku. Buat nambah wawasan aku buat nyiapin diri menghadapi ujian. Dan aku pribadi juga tahu kalo ini semua buat kebaikan aku. Tapi kalau gurunya gak oke kayak gini? Sama ajalah.

Selalu aku menggerutu tiap kali Bu Susana mengajar les tambahan. Guru ini bawel galak dan nyebelin banget. Dia ngajar pelajaran bahasa inggris. Jujur aja sih aku gak pernah ngerti kalo diajarin sama dia.

Hari ini dia dengan seenaknya saja mengubah jadwal les tambahan siang ini. Yang harusnya hari ini itu hari bebas les, sekarang malah musti stuck sama guru killer.
Andai saja aku ini salah satu murid unggulan di sekolah ini, pasti aku gak bakalan mau masuk les les tambahan kayak gini. Huh.

Jam les tambahan tinggal setengah jam lagi. Sebenarnya les tambahan hanya menghabiskan waktu dua jam. Tapi bersama bu susana, waktu dua jam itu udah kayak dua tahun. Lama banget. Malah kadang aku mikir, jangan jangan waktu udah berhenti berdetak.

'Baik anak-anak, les tambahan sore ini udah habis ya jamnya. Kita ketemu di les berikutnya besok Sabtu ya.', ucap Bu Susana mengakhiri pelajaran. Menurutku sih Bu Susana kelihatan cantik cuman pas ngomong itu doang. Hanya untuk sekian detik.

-----

'Ya ampun! Aku lupa sesuatu',ucapku sambil menepuk keningku. Aku baru saja keluar dari kelas, aku tidak melupakan buku tulis, pena atau benda benda lain yang tertinggal di kelas, bukan. Aku melupakan janji yang telah aku buat dengan kekasihku. Ini lebih parah dari segala suatu apapun.

'Brengsek nih, pasti Marsya bakalan marah banget. Gimana bisa sih aku sampai lupa memberi kabar pacar sendiri',gerutuku terus-terusan.

Kubuka ponselku dan kulihat berpuluh puluh sms dan belasan Misscalled dari Marsya. Ya Ampun. Aku telah benar benar mengecewakan gadis yang sangat aku sayang i.
Kucoba menghubungi dia sebisa mungkin aku lakukan, tapi handphone-nya sudah tidak aktif.
'Dia kemana sih? Apa dia marah dan sengaja menonaktifkan handphonenya?'

Segera kulangkahkan kakiku menuju gerbang dan segera menuju kafe yang ada di depan sekolahku. Tempat  yang aku janjikan pada Marsya kita akan bertemu disana.

Kumasuki kafe itu, kupijaki 3 tangga yang menyapaku di teras kafe dan kutari handle pintu kafe untuk membukanya. Aku langsung menuju meja pemesanan.

'Mbak, tadi ada cewek SMA depan pake tas gendong coklat gak? Rambutnya sebahu gini, yang biasanya suka kesini bareng saya?',tanyaku pada mbaknya yang jaga kafe ini, sambil menunjukkan ciri ciri Marsya.

'Tadi sih kayaknya ada ya mas, tapi udah pergi lagi'

'Lama gak mbak dia disini?'

'Sekitar satu jam lebih mungkin, saya gak begitu memperhatiin tuh mas'

'Yaudah makasih ya mbak'

Satu jam Marsya menungguku, bahkan mungkin lebih. Dan aku sama sekali tak memberinya kabar. Pacar macam apa aku ini? Wajarlah jika nanti dia akan marah.

'Bodoh banget si gue, kenapa pake bisa lupa segala?'

Padahal hari ini hari jadi kita yang ke empat bulan, aku sudah berencana mengajaknya jalan-jalan. Tapi kenapa aku sampek lupa? Arrgggh!

Aku keluar dari kafe, kuarahka pandanganku ke jalanan mencari taksi yang kosong untuk kutumpangi. Tapi setelah cukup lama aku menunggu, tak ada satupun taksi kosong yang lewat. Malah angkutan umum saling bersalip-salipan lewat begitu saja di depanku, dan kadang satu dua menawariku tumpangan, tapi aku menolaknya.

Dan sekarang aku berfikir mungkin aku memang harus naik angkutan umum.

------

No comments:

Post a Comment