Wednesday, 14 August 2013

Punya Haters? Baca yuk.

Sebagai manusia kita hidup gak sendiri. Kehidupan ini penuh sesak dengan bauran orang orang yang entah kita mengenalnya atau tidak sama sekali. Kita berbaur. Kita adalah makhluk zoon politicon, yang tidak dapat hidup sendiri. Kita adalah makhluk sosial yang gak bisa lepas dari yang namanya manusia lain. Mungkin kita diberi hal spesial oleh Tuhan untuk mempunyai pendapat yang bisa kita bagi dengan orang lain atau tidak. Hanya itu privasi yang kita miliki, may share it may not.

Kadang hal hal yang kita lakukan bisa menjadi cibiran orang. Mulai dari yang baik sampai yang benar benar buruk. Semuanya bisa benar benar jadi hujatan orang. But, who's care?

Kita hanya perlu menjadi diri sendiri, meskipun diri kita dibenci oleh orang lain. Kita tidak perlu menuruti segala komentar orang yang panjangnya bisa sepanjang jalan Daendels atau selebar Samudra Hindia bila dicurahkan dalam tulisan.

You dont need anybody to tell you who you are or what you are. You are what you are!
-John Lennon-


Being yourself is all it takes. If you want to impress someone dont be someone else just be your self.
-Selena Gomes-

Kadang memang kita bisa merasakan yang namanya sakit hati, ketika ada seseorang mencibir tindakan kita. Tapi itu wajar, kita tetaplah manusia yang berhati lembut, punya nafsu, bahkan memiliki emosi yang terkadang tidak terkontrol. 

Ketika sakit hati melanda, ada dua hal yang cenderung akan kita lakukan. Yang pertama, bisa saja kita spontan menerjang ke arah orang yang telah menyakiti kita dengan berbagai pikiran negatif tentangnya. Membalas hujatan-hujatan yang ia ucapkan untuk kita. Bahkan kita dapat melakukan perilaku-perilaku negatif, memperlakukan orang yang telah menyakiti kita seolah olah dia telah membunuh sesorang yang berarti buat kita. Padahal bila kita melakukan itu, justru dia telah membunuh etika kita.

Yang kedua, membisu di tempat. Membisu, terdiam. Mungkin juga kita lebih memilih untuk kabur. Mungkin hal ini terkesan pengecut. Tapi ini lebih baik dari pada melakukan tindakan yang membabi buta tanpa arah. Pada saat seperti ini, kita akan lebih cenderung menceritakannya kepada sahabat, orang tua, pacar, atau diary mungkin. Dan parahnya, terkadang kita malah tidak menceritakan hal ini kepada siapapun. Memendam perih sendirian dan menangis. Yah cengeng-cengenganlah intinya.

curhat remaja

Tapi gitu deh yang namanya manusia memiliki tabiat yang berbeda setiap pribadinya. Tapi point-nya apapun yang terjadi menjadi diri sendiri adalah option paling tepat.

Tips pribadi dari aku :

Ketika kita dihadapkan pada masalah seperti ini nih (posisi dimana haters merajalela, menghujani kita dg berbagai cibiran), lebih baik kita gak perlu ladenin dia. Membisu boleh, tapi lebih baik kita pergi saja dari tempat itu. Untuk menghindari sakit hati yang bisa makin bertambah parah. Menangis? Boleh. Asal pada tempat yang tepat, dan jangan sampai terlintas  pikiran untuk mengakhiri hidup. Ini terlalu mengerikan. 

Hal yang lebih baik lagi, lebih baik kita menceritakan pikiran yang singgah ini kepada seseorang yang lebih dewasa dari kita. Bisa jadi kan dia punya solusi yang baik buat kita. Selain itu beban yang kita pikul akan lebih terasa ringan. Coba deh! ^^



No comments:

Post a Comment