Tuesday, 19 November 2013

saling mencintai saja, tak cukup


credits : tumblr

Kupandangi setiap tetes hujan dari balik jendela kaca kamarku. Kuamati setiap tetes yang menghantam kaca itu dan setiap tetesan yang mengembun disana. Sungguh sangat indah.

Seketika fikiranku melayang, pada kisah masa lalu. Saat aku dan kamu sedang berada di tengah hujan. Tapi, tak hanya itu. Kita pun sedang di tengah konflik saat itu. Dan seperti biasa, kita selalu diam satu sama lain. Tetapi di balik perang batin itu, kamu tetap menyimpan kepedulian buat aku. Kamu meminta aku buat mengenakan jas hujan satu-satunya yang kita punya saat itu. Walau aku bilang enggak mau, tapi kamu tetap memaksaku untuk memakainya. Memastikan aku nyaman dengan itu, dan membiarkan dirimu sendiri kehujanan tanpanya.

Aku tahu dalam marahmu pun, kamu tetap akan selalu peduli pada ku.

"Cinta selalu punya cara untuk menunjukkan peranannya, bukan?"




"Tetaplah menjadi bintang dilangit, agar cinta kita akan abadi.
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini. 
Agar menjadi saksi cinta kita, berdua." 



Lagu itu, terputar begitu saja, keluar dari handphoneku. Telingaku kadang sensitif saat hati sedang galau. Setiap lagu cengeng yang tak sengaja terputar tapi pas dengan keadaanku, akan selalu aku anggap kebetulan. Aku anggap malaikat yang sengaja memutarkannya untuk menyadarkanku. Menyadarkanku buat nggak sedih. Menyadarkanku  untuk percaya bahwa saat cinta yang menjemukan itu terjadi, akan selalu bisa dipertahankan kalau ada kemauan.

Aku putar ulang lagu itu.
Aku pahami tiap lirik yang didendangkan oleh sang pelantun. Lagu ini berisi tentang kisah dua insan yang saling mencintai, tetapi mereka tak bisa saling memiliki karena terhalang oleh suatu hal. Miris ya? Dari sini aku memutar otak, hati dan fikiranku.

Bukankah kita cukup beruntung? Kita saling mencintai, tanpa perlu merasakan sakitnya cinta yang bertepuk sebelah tangan, bahkan nggak ada yang menghalangi hubungan kita.
Kita saling memiliki, meski sekarang keadaan kita sedang dalam fase yang tidak mengenakkan.
Mungkin cinta kita sedang diuji, oleh masing-masing ego yang kita miliki.

Aku kembali menatap jendela, kembali memperhatikan hujan. Kalau dihitung berapa ya banyaknya tetesan hujan yang jatuh itu? Mungkin butiran rinduku yang mengendap di hati ini sebanding dengan tetesan hujan yang mengembun di kaca jendelaku. Bahkan mungkin lebih dari itu.

Aku berharap hujan berhenti. 
Aku ingin melihat bulan, atau sekedar melihat langit terang yang penuh bintang.
Aku ingin menyaksikan bintang yang berpindah. Bukannya kata orang saat kita melihat bintang jatuh, kalau kita membuat permohonan akan dikabulkan?
Aku tak pernah sepenuhnya percaya akan itu. Tapi saat ini, aku berharap itu benar adanya.


"Kalau satu bintang yang jatuh benar-benar mengabulkan satu permintaan. Aku akan meminta pada Tuhan untuk menjatuhkan bintang-bintang yang lain. Agar aku dapat membuat berjuta permintaan yang pasti akan dikabulkan."


Dan kamu tahu? Aku akan memohon kepada Tuhan, agar aku diberi kehidupan yang bahagia, dengan kamu ada didalamnya. Aku ingin kita bisa saling mengerti, saling memahami dan saling menerima. Karena yang aku tahu, untuk mempertahankan suatu hubungan, saling mencintai saja tak cukup. Dan nggak akan pernah cukup.




No comments:

Post a Comment