Wednesday, 25 December 2013

[lagi] Jatuh cinta dalam diam.

"Sapalah aku dalam bisumu
dan biarkan aku dengarkan semua maumu, semua kata yang kau ucap dalam tuliku"



Badai singgah begitu saja tanpa alasan mengapa
Rindu membukit begitu saja tanpa pernah diminta
Cinta yang dirasa akan selalu sama dari awal hingga akhirnya
Dan semua hal itu tak butuh alasan mengapa untuk bisa terjadi

Biarlah aku berbicara tentang hukum alam yang terjadi di dunia ini
Bahwa segala hal yang berjalan seperti biasa akan terasa ganjil saat kehilangan satu bagiannya
Bahwa saat rencana yang telah direncanakan matang-matang,
akan mengecewakan saat tak berjalan seperti yang diharapkan
Dan saat rasa yang tlah mati-matian diperjuangkan,
akan sakit saat berakhir tak terbalaskan, bertepuk sebelah tangan

Kadang kita tak pernah tahu alasan apa yang membuat kita mencintai seseorang
Kadang kita juga tak pernah tahu mengapa kita bisa bertahan mencintai seseorang
Meski orang itu tak pernah memberi kita hal sebaliknya
Kadang kita tak pernah sadar kalau kita begitu mengagumi dan mengharapkan seseorang yang jelas-jelas dia tak mengenal diri kita
Tapi rasa kagum dan keinginan untuk memiliki itu tak pernah pergi

Bukankah tak ada seorang pun di dunia ini yang belum pernah merasakan rasa seperti ini?
Jatuh cinta dalam diam, pengagum rahasia, mencintai dalam bisu
Walau hanya sekali seumur hidup, pasti pengalaman itu takkan pernah lepas dari diri setiap orang
Bagaimana mulut terbungkam saat dekat dengan orang tercinta
Saat mencuri pandang dibalik tatapan mata
Saat diam-diam mengharapkan kita menjadi bagian dari dirinya
Bahkan berharap orang yang dipuja itu memberi satu kata 'hai' atau hanya sekedar senyuman 

Bukankah jatuh cinta dalam diam itu termasuk pembodohan?
Tuhan memberi kita satu mulut untuk berbicara, tapi kita lebih memilih untuk memasifkannya
Kita memilih untuk mengaktifkan kedua mata hanya untuk pengamatan ekstra
Kita diberi dua tangan untuk bisa membantu menunjukkan rasa itu
Tapi malah kita menggunakan keduanya untuk membungkam mulut agar rasa itu semakin tersimpan

Tapi, setelah orang terkasih memutuskan bersama orang lain, apa daya kita?
Kedua mata yang tadinya haus akan penasaran, rapuh begitu saja
Bukan binar ambisi untuk tahu lagi, tapi malah menjadi bendungan air mata
Dan akhirnya kedua tangan pun akan bekerja
Bukan! Bukan untuk merubah keadaan!
Tapi hanya untuk mnegusap air mata yang pada akhirnya membuat pipi sembab

Dan bibirnya yang tadinya beku dan terbungkam
Akhirnya membuka hanya untuk mengungkapkan kekecewaan
Lalu apa yang bisa di dapat oleh seorang pengagum rahasia?
Hati bilang 'aku jatuh cinta padanya', tapi kalau cinta itu tak pernah diketahui olehnya....
Apa dia peduli? Apa dia akan tahu?

Kalau kamu mencintai seseorang dalam diam.....
Itu seperti kau menjadi orang bisu yang mencoba berbicara pada orang buta
Jadi jangan salahkan siapapun kalau pada akhirnya hatimu pun akan terluka
Jangan salahkan dia yang kamu cinta kalau dia tak mengertimu
Bukankah sepenuhnya itu kesalahanmu?
Kau yang tak mengatakan padanya, bagaimana dia akan tahu?

Jadi sekarang apa yang bisa kita lakukan?
Bergumul dengan sendu dan masih tetap mengingkari perasaan hati?
Atau menambah sakit di hati dengan terus menambah informasi tentangnya?
Tetap menjadi pengagum rahasia seseorang yang telah dimiliki orang lain?
Dan terus menguak informasi dengan menjadi stalker?

Well.......


Jadi......
Bukankah tak mungkin jika akhirnya dia tidak menyukai tindakanmu?



-Sekian-



No comments:

Post a Comment