Sunday, 19 January 2014

karna aku tlah denganmu


aku tak peduli seberapa deras hujan yang menimpaku
seberapa kencang angin menerpaku
seberapa dingin udara yang aku rasakan

aku tak lagi peduli
seberapa buruk penampilanku saat denganmu
seberapa sayu indra penglihatanku
seberapa kering bibirku yang membeku

aku tak pernah menginginkan
kau beriku berjuta materi
emas permata yang berkilau
intan berlian yang memukau

aku tak pernah ingin tahu
seberapa indah rasi bintang yang tertata diangkasa
seberapa merdu kicauan burung di musim semi
bahkan, biasan warna pelangi setelah rinai hujan

aku tak lagi memimpikan
mengenakan gaun anggun ala Cinderella
mengenakan sepatu kaca 
berdansa di bawah sinar rembulan

karna denganmu, aku merasa cukup
aku merasa aman
aku merasa nyaman
aku merasa tentram

karna denganmu
tak ada lagi gelisah
tak ada lagi resah
tak ada lagi ragu
hanya ada cinta tanpa tetesan air mata

aku tak mau peduli
apa yang telah aku lalui
apa yang telah aku korbankan
apa yang telah aku berikan

aku pun tak mau peduli
seberapa besar luka yang mungkin akan aku terima
seberapa besar luka yang mungkin akan aku derita
dan semua yang mungkin akan aku sesali

aku memang tak mengerti
bagaimana aku bisa selalu memberimu senyum disaat terberatku
bagaimana sihir membuat tawa di wajahku
dan bagaimana sihirmu melukiskan raut bahagia pada lengkung bibirku
mungkin karna aku telah denganmu
semua terasa benar, semua terasa terang :)

KAU SEPENUHNYA, KAU

Takdir telah sengaja mempertemukan kita
Takdir telah menebar benih cinta di ladang hati kita
Takdir telah mengikat jiwa kita menjadi satu

Takdir pula yang telah menerangkan semua yang semu, tentangmu


Kau adalah sosok yang pantas dikagumi
Kau adalah sosok yang semua wanita dambakan
Kau selalu tau bagaimana mengisi hati ini

Kau pula yang tak pernah membiarkanku merasa tertekan 


Kau adalah mentari, kau adalah bintang

Kau adalah bulan, kau adalah pelangi
Kau mempunyai aura yang terang
Kau selalu kalahkan hitam saat kau perangi

Kau adalah sapuan hujan di keringnya kemarau 

Kau adalah kilauan airmata di tengah bahagia

Kau membuatku mampu melawan rasa galau
Kau pula yang kenalkanku pada indahnya dunia

Kau adalah tinta yang berharga untuk sebuah pena

Kau adalah roda yang menjalankan hidupku 

Kau buatku mampu terus mengayuhnya tanpa merana

Tanpa sedetikpun biarkanku lelah dan terpaku


Meski kau tak pernah beriku kata-kata cinta
Tak ada pula sanjungan penuh pujian
Tapi kau beriku sejuta rasa

Sebuah komitmen tanpa ujian 


Kau takkan pernah jadi Romeo untukku 

Karna ku tak pernah ingin kau pergi dariku

Tapi percayalah, kau tak hanya sekedar pangeran
Kau adalah raja yang menguasai isi hatiku

Kau tak hanya sekedar kekasih...

Kau adalah sahabat yang paling mengertiku 

Kau adalah ayah yang selalu mencukupiku 

Kau adalah kakak yang selalu melindungiku

Dan dalam manjamu, kau menjelma menjadi adik yang tak pernah kumiliki

Kau tak hanya mengajakku merangkai mimpi...

Tapi kau selalu brsamaku untuk meraihnya 

Kau tak pernah biarkanku meracau sendiri 

Karna denganmu, sendiriku lebur dalam kata bersama


Kau takkan biarkanku bermimpi sendiri
Kau takkan biarkanku hanya membayangkan
Kau selalu beriku suatu realita
Tanpa drama tanpa adanya rekayasa 


Kau selalu menuntunku untuk percaya 
Kau selalu berusaha yakinkanku bahwa kau ungkapkan kebenaran
Kau selalu menatap mataku ketikaku meragu
Karna kau bilang, kau takkan beriku kepalsuan


Kau bukan payung yang meneduhkanku dari panas dan hujan

Kau bukan pula selimut yang menghangatkanku dari dinginnya udara malam 

Tapi kau bisa menjadi keduanya... 

Hanya dengan merengkuhku dalam dekap peluk lenganmu

Kau tak perlu mengarang cerita untuk menarik simpatiku
Kau tak perlu menjadi orang lain

Untuk menjadi sosok yang aku cintai

Karna dalam dirimu magnet itu bergetar hebat Menarikku dan buatku berporos padamu



Kau cukup smpurna untuk lengkapiku
Tak perlu aku tau dimana celamu
Karna kau sepenuhnya kau
Kau.... gravitasiku :)

UNTUKMU, YANG MENAHAN LARA DISANA

Hariku tak lagi sama, semenjak kau tiada 

Tiada lagi mata berbinar dan tawamu yang renyah 

Tiada lagi senyuman manja, merayu, menggoda

Langit yang cerah menjadi sendu
Langit yang biru menjadi kelabu
Malam berbintang menjadi pekat
Mentari yang hangat menjadi sengat 
Semua mematikan 
Semua mengerikan 

Ditambah lagi saat kau tak berdaya disana 
Ingin kutukar semua miikku
Agar aku bisa ada disisimu, disampingmu
Menjagamu, merawatmu
Memberikan semua yang kau butuhkan
Menjadi apa yang kau perlukan

Ingin ku bantai semua yang menghalangi 

Ingin kuterjang semua yang menghadang 

Tapi aku tak bisa 

Tapi aku tak mampu

Hanya untaian kata, intruksi yang bisa kuberi
Yang kuharap kan berguna untukmu
Yang kuharap bisa membantumu

Kuharap aku bisa menjadi malaikat 
Yang terus memberimu rasa nyaman 
Meski aku jauh darimu 
Kuharap kutetap berimu bahagia 
Meski hanya dengan rangkaian doa
Tapi kuharap itu selalu berguna

Andai saja kubisa..
Ingin kutukar laramu padaku
Atau sekedar membaginya padaku
Aku rela.. 

Setidaknya aku rasa apa yang kau rasa
Setidaknya aku mengerti yang tak ku mengerti
Setidaknya aku tahu rasa menjadi dirimu
Dan aku tak lagi mengkhawatirkanmu

Aku sama sakitnya disini,
membayangkan mengerang kesakitan 
Disana. 
Sendiri. 
Bertemankan sepi. 
Tak ada yang menjagamu penuh kasih 
Tak ada yang mempedulikanmu seperti aku
Tak ada Ibumu..
Tak ada siapapun yang bisa aku percayai sepenuhnya

Lalu pada siapa aku harus berpesan?
Siapa disana yg mnjagamu?

Menunggumu, disampingmu? 

Memberikan semua yang kau minta? 

Melihatmu terlelap setelah menahan sakit 

Merasakan nafasmu yang berat?

Menggenggam tanganmu dengan hangat?


Kuharap aku disana untuk itu semua

Aku harap takdir membawaku disampingmu

Aku harap keajaiban datang 

Membawaku terbang, menghilang dari tempat ini 

Agar aku bisa bersamamu 

Meringankan segenap luka yang kau derita

Menghilangkan perih yang kau rasa

Jujur aku lebih suka tersiksa oleh amarahku karna kesal atau jengkel padamu
Daripada aku harus menahan rasa khawatir yang buatku ingin bersamamu 
Semua ini terlalu menyakitkan
Kuharap Tuhan segera menghapus laramu
Dan kembali lukiskan aura bahagiamu :)

BOLEHKAH AKU SALAHKAN WAKTU?

Rintik grimis perlahan mengiris udara yang hampa

Petir sesekali bergemuruh memecah sepi

Kilat pun sesekali menyambar seakan menulis sebuah pesan kilat untuk sang langit yang mendung


Aku selalu kagum..

Tuhan selalu berhasil menciptakan suasana yang tepat 

Menggambarkan apa yang terlukis di dalam hatiku, dalam fikirku, dalam imagiku

Semua begitu rapi, seperti lukisan di kanvas yang digoreskan oleh seniman yang sangat ahli
Indah
Artistik

Mengagumkan

Semua mengesankan

Begitu rapi tersusun manis dengan komposisinya.


Dan sekarang..

Hati ini sedang menjadi bidang lukisan itu

Dimana takdir melukiskan hal-hal yang permanen yang hanya bisa dihapus oleh waktu



Gerimis 

Mendung 

Hujan 

Kabut 

Gelap 

Pekat 

Awan hitam 

Dingin 

Beku 


Semua itu benar-benar mnggambarkan apa yang ada di hatiku



Tangis
Rindu
Galau
Sendu
Resah
Kecewa
Gelisah
Muram
Dilema

Dan semua rasa lain yang beragam menguasai fikirku

Semua rasa itu larut begitu saja menjadi satu 

Karena waktu.. 


Waktu yang tak ijinkanku tuk pergi 

Waktu yang memaksa ku tuk tinggal

Waktu yang membatasi semua komunikasi
Waktu yang membawamu pergi
Waktu yang tak ijinkan kita bersama
Waktu yang seakan berhenti, tertahan dan bergerak semakin lama 

"Badai pasti berlalu" 
Aku tahu siapapun pasti tau 
Tapi kita tak pernah tahu kapan badai itu akan reda
Cepat atau lambat?
Semua masih tanda tanya besar
Semua kan terus dipertanyakan hingga waktu jera dan memberi tahukan jawabannya 

Semua soal waktu 
Semua tentang waktu

Jadi sekarang, apa bolehkah aku salahkan waktu atas semua yg terjadi?