Sunday, 19 January 2014

BOLEHKAH AKU SALAHKAN WAKTU?

Rintik grimis perlahan mengiris udara yang hampa

Petir sesekali bergemuruh memecah sepi

Kilat pun sesekali menyambar seakan menulis sebuah pesan kilat untuk sang langit yang mendung


Aku selalu kagum..

Tuhan selalu berhasil menciptakan suasana yang tepat 

Menggambarkan apa yang terlukis di dalam hatiku, dalam fikirku, dalam imagiku

Semua begitu rapi, seperti lukisan di kanvas yang digoreskan oleh seniman yang sangat ahli
Indah
Artistik

Mengagumkan

Semua mengesankan

Begitu rapi tersusun manis dengan komposisinya.


Dan sekarang..

Hati ini sedang menjadi bidang lukisan itu

Dimana takdir melukiskan hal-hal yang permanen yang hanya bisa dihapus oleh waktu



Gerimis 

Mendung 

Hujan 

Kabut 

Gelap 

Pekat 

Awan hitam 

Dingin 

Beku 


Semua itu benar-benar mnggambarkan apa yang ada di hatiku



Tangis
Rindu
Galau
Sendu
Resah
Kecewa
Gelisah
Muram
Dilema

Dan semua rasa lain yang beragam menguasai fikirku

Semua rasa itu larut begitu saja menjadi satu 

Karena waktu.. 


Waktu yang tak ijinkanku tuk pergi 

Waktu yang memaksa ku tuk tinggal

Waktu yang membatasi semua komunikasi
Waktu yang membawamu pergi
Waktu yang tak ijinkan kita bersama
Waktu yang seakan berhenti, tertahan dan bergerak semakin lama 

"Badai pasti berlalu" 
Aku tahu siapapun pasti tau 
Tapi kita tak pernah tahu kapan badai itu akan reda
Cepat atau lambat?
Semua masih tanda tanya besar
Semua kan terus dipertanyakan hingga waktu jera dan memberi tahukan jawabannya 

Semua soal waktu 
Semua tentang waktu

Jadi sekarang, apa bolehkah aku salahkan waktu atas semua yg terjadi?

No comments:

Post a Comment