Monday, 4 July 2016

FOR YOU MY BIRTHDAY BOY

SELAMAT! Bukankah itu satu kata yang lazim terucapkan di hari spesialmu? Lalu apalagi yang bisa bersanding dengan kata itu? Untaian doa, harapan dan senandung lain tentang masa depanmu yang baik? Itu terlalu klise, aku tak ingin membicarakannya. Pastinya kau sudah tahu aku pasti berdoa untuk itu tanpa perlu menunggu hari-hari seperti ini.

credit : tumblr

Ini ulang tahunmu yang kelima bersamaku, mengejutkan bukan kita bisa melalui waktu bersama sejauh ini? Aku benar-benar tak pernah memimpikan saat-saat seperti ini singgah dalam hidupku. Itu suatu kebahagiaan tersendiri untukku.

Entah sudah seberapa sering aku mengulang tulisan-tulisan semacam ini. Ungkapan cinta yang tak pernah ada habisnya untukmu. Ucapan terimakasih karena kau selalu ada selama ini untukku, semua yang sudah kamu berikan untukku, kamu yang selalu bersabar menghadapi tingkahku. Semua ini mungkin terdengar membosankan, tapi kuharap kau selalu ingin membaca apa yang aku tulis.

Surat, puisi dan racauan lain tentangmu selalu ada dalam draftku. Aku yakin kau sudah membaca beberapa yang ada dalam folder pribadiku. Ya kan? Sudahlah kau tak perlu berbohong, aku yakin kau membacanya tanpa sepengetahuanku. Tapi aku tak merasa malu kok, kan aku tak ingin merahasiakan hal sekecil apapun denganmu.

Aku memiliki satu bingkisan kecil yang nantinya menjadi milikmu, aku tak peduli tentang harga yang mampu menggantikannya. Semoga kamu menyukainya dan tak enggan menggunakannya. Aku sengaja memilihnya karena itu nyaris sama dengan milikku. Saat aku melihatnya, aku merasa kita sedang memakai barang couple nantinya. Bukankah itu manis? Aku selalu menginginkan hal-hal seperti itu, namun aku tak ingin sesuatu yang mencolok. Dan aku pikir, yang terjadi saat ini sangat tepat untuk keinginanku yang itu. Aku merasa beruntung bisa menemukan barang itu. LOL

Sebelumnya aku meminta maaf padamu, tentang kebiasaanku akhir-akhir ini yang sering lupa membalas pesanmu. Yah, aku tahu aku sudah pernah meminta maaf sebelumnya. Aku tahu kau sudah memaafkanku dan berkata kau tak pernah menuntutku untuk terus-terusan membalasnya. Tapi percakapan kita di bus kemaren, membuatku sedikit terganggu. Saat kau bilang—responnya lama banget, sepuluh menit kemudian....—gitu.

Maaf aku terlalu sibuk dengan duniaku yang tak ingin aku tinggalkan ini. Ini kebahagiaan baruku, kau kan akan mendukung hal-hal yang membuatku bahagia kan? Yayaya. I know, you will.

Apalagi ya?

Aku tidak pernah bosan bersanding denganmu.

Aku hanya ingin menegaskan. Karena aku pikir, sikapku yang sering mengabaikanmu akhir-akhir ini seperti menggambarkan kesan semacam itu. Aku tegaskan sekali lagi—aku hanya terlalu sibuk dengan duniaku.
Aku masih menunggu kok :)

Menunggu sampai datang saatnya kau hadir di pintu rumahku, bersama orangtua dan beberapa kerabat dekatmu. Menyiapkan kata-kata magis yang bisa membuatku deg-degan, melihatmu menjabat tangan ayahku sembari memintaku menjadi milikmu seutuhnya. Hari itu akan hadir kan? Aku tak sabar menunggunya—meski aku belum menginginkan hal itu sekarang.

Aku tak ingin kau terburu-buru. Aku hanya sering menuntut, tanpa pernah benar-benar menginginkannya datang di waktu dekat. I’m not ready at all~ i’m just kidding ^^

Ini bukan ungkapan selamat ulang tahun lho...

Aku hanya ingin menulis surat untukmu yang kebetulan ingin aku sampaikan di hari ulang tahunmu. Nggak ada salahnya kan?

Kau tahu? Aku mungkin terkadang terlihat gila dengan semua kegiatanku. Terimakasih ya karena kamu sering penasaran dengan apa yang aku lakukan—penasaran dengan apa yang aku kerjakan. Meski aku tak pernah ingin menunjukkannya padamu tentang itu. Terimakasih karena dengan perilakumu itu, aku tahu kau sedang peduli. Kau peduli padaku? Ahaha ini terdengar manis. Aku merasa menjadi gadis yang sangat beruntung—sekali lagi.

Mungkin aku terkadang iri dengan kekasih orang-orang yang ada di dekatku yang selalu menyempatkan diri untuk kekasihnya demi hal-hal yang tidak penting. Mereka yang memohon maaf untuk dirinya sendiri atas kesalahan-kesalahan yang sebenarnya bukan salah mereka sepenuhnya. Mereka yang dituntut untuk terus memberi kabar setiap saat. Mereka yang dituntut untuk terus menuruti omongan wanitanya yang terkadang tak terdengar masuk akal. Aku terkadang iri—namun, aku tak ingin kau menjadi seperti itu.

Aku ingin kau menjadi lelakiku yang selalu menang dengan pikiranmu yang logis. Tolong jangan pernah berlalu dengan amarahku yang terkadang menyudutkanmu. Aku tak ingin kau menjadi lelaki bodoh yang menggantungkan dirimu pada wanita sepertiku. Aku ingin kau yang selalu memenangkan pertikaian kita tanpa membuatku bersedih tentu saja—maksudku tolong jangan pernah merendahkan harga dirimu padaku, mari kita buat kesepakatan untuk semua pertikaian yang terjadi antara kita. Mengalahlah tanpa harus menjadi kalah :)

Aku sedang berusaha menjadi dewasa. Aku sedang belajar menerima segala hal yang tak selalu sesuai dengan harapanku.

Aku sedang berusaha selalu mengontrol diri setiap kau melakukan hal yang menurutku salah, aku akan selalu membuka pintu maafku tentu saja. Hanya saja terkadang aku membutuhkan banyak waktu untuk menetralkannya. Yah—kau tahu sendiri.

Semoga kau tak pernah lelah menghadapi tingkahku yang suka berubah-ubah. Tapi itu hanya tingkah dan perilaku.

Untuk hati, pikiran dan rasaku—aku tak ingin merubahnya. Aku ingin itu tetap stabil pada ritmenya. Tak kurang dan tak berlebihan, aku ingin selalu begitu. Menyayangimu tanpa harus terlalu menyayangimu. Menginginkanmu tanpa harus terlalu menginginkanmu. Kuharap kau tahu maksutku.

Then....
credit : Tumblr

Happy birthday, my bro-mate! Always be my sunshine, okay?

Yang selalu bersinar dihariku, tapi jangan jadi menyilaukan karena aku tak siap jika aku harus menutup mata xD



Thanks anyway,


[I N D A H]


No comments:

Post a Comment