Tuesday, 23 August 2016

IF I LOVE AGAIN




If we’re born again, if we love again
Let’s not do this again
Jika kita dilahirkan kembali, dan kita ditakdirkan untuk saling mencintai lagi. Mari kita tak melakukan semua ini lagi. Semua cinta, pelukan, ciuman dan segala hal yang pada akhirnya hanya meninggalkan luka yang menganga di hati. Terlalu menyakitkan untuk dikenang tapi terlalu manis untuk dilupakan begitu saja. Entahlah, aku pun tak tahu apa yang harus kulakukan dengan semua kenangan ini. Terlalu panjang, terlalu banyak dan terlalu menyenangkan untuk dikubur dalam-dalam.

Let’s meet a little less
Let’s hope a little less
Jika kita dilahirkan kembali, mari kita mengurangi kadar pertemuan kita. Mengurangi banyaknya harapan yang kita buat berdua, mengurangi semua mimpi indah yang kita andaikan, yang sekarang telah menguar begitu saja bagai kabut yang tertelan cahaya. Kalau bisa, mari jangan membuat harapan. Mari kita andaikan kalau masa depan itu tak pernah ada.

Let’s not make many promises
So even if we say goodbye
We can turn away without much pain
Jika kita dilahirkan kembali, mari jangan pernah membuat janji. Janji takkan berpisah, janji akan menikah, janji akan melamar, janji akan setia. Yang semuanya teringkari begitu saja setelah kata perpisahan. Membuat luka yang menganga semakin tergores di dalamnya. Membuatnya semakin sakit, membuatnya semakin mati rasa. Aku harap kepedihanku tak sedalam milikmu.

Let’s only make light memories that we can throw away
In each other’s hearts
Jika kita dilahirkan kembali, mari kita membuat memori yang singkat sesingkat cahaya. Jangan memori yang semengesankan ini, selama ini—dengan begitu kita tak perlu bersusah payah mencari cara untuk melupakannya dari hati kita masing-masing.

Now I know that a love too deep
Brings a sad ending
Lewat perpisahan kita kali ini, aku mengetahui satu hal. Bahwa saat kita terlalu mencintai seseorang—pada akhirnya hanya akan memberi dampak negatif yang menyedihkan. Karena tak semua cinta berakhir seperti apa yang kita harapkan. Dan cinta kita, berakhir begini saja. Tanpa ada niat saling menahan, niat saling mempertahankan. Kita sama-sama pengecut yang tak mau melawan takdir. Kita hanya berpasrah dengan kisah yang dijalankan oleh takdir. Kenapa takdir bisa sejahat ini pada kita?

My love, I’ll pray for your next love
That it won’t be like us, that it’ll be without pain
Aku berharap banyak pada cinta kita yang mendatang—jika kita benar-benar tak kembali menjadi kita. Aku berharap untuk cinta yang kelak akan kau temui, cinta yang kelak akan kutemui. Semoga kisahnya tak berakhir begitu saja seperti kisah kita. Semoga kau menyadari betapa menyakitkannya seorang gadis yang kau lepaskan begitu saja, tanpa sedikitpun kau mencoba mempertahankannya. Kuharap kau banyak berubah, menghargai cinta barumu. Mempertahankannya seperti benar-benar ia cinta sejatimu.

Please be happier than me
Even if a lot of time passes and we forget each other
Aku harap kau akan lebih bahagia dariku, kuharap kau lebih dulu menemukan cintamu. Bahagia bersama cinta barumu yang harus kau temukan lebih dulu dariku. Meski kita membutuhkan waktu lama untuk saling melupakan—tapi aku yakin kita akan mampu melanjutkan kehidupan kita masing-masing. Dan sekali lagi, kau harus lebih bahagia dariku. Jangan sekalipun pedulikan hatiku yang terluka, yang remuk. Diriku yang membutuhkanmu—anggap saja kehadiranku di hidupmu hanya angin. Meskipun begitu, aku bersyukur pernah menjadi jodohmu. Walau hanya sementara.

Let’s reminisce our past days
If we can say that this was love
Jika kisah kita pantas di sebut sebagai cinta, mari kita mengenangnya sewaktu-waktu. Memikirkanmu—memikirkanku. Bukankah kedengarannya indah? Yah, meski terdengar menyedihkan juga. Tapi bukankah mengenang tak ada salahnya?

Then that’s all we need
Now I know that a love too deep
Brings a sad ending

My love, I’ll pray for your next love
That it won’t be like us, that it’ll be without pain

Please be happier than me
I hope the sky knows my heart
Sekali lagi, please be happier than me


No comments:

Post a Comment