Wednesday, 29 March 2017

THE FOOL ME IS BACK!


My memory for you

Now little by little
It’s getting cleared.

[when my loneliness calls you - punch]


Bodoh. Mungkin akan menjadi nama tengahku sebentar lagi. Aku benar-benar merasa menjadi gadis terbodoh yang ada di muka bumi ini jika berkaitan dengan cinta. Tapi anggap saja semuanya sebagai kenangan pahit yang mungkin kelak dapat menjadi sebuah cerita yang bisa dijadikan sebagai dongeng pengantar tidur untuk anak-cucuku.

Ah, cerita bahwa aku selaku ibu/nenek mereka pernah berurusan dengan pria brengsek? Seperti itu? Kedengarannya menyakitkan.

Tapi faktanya, apa yang aku rasakan lebih menyakitkan daripada kedengarannya.

Hei, pria brengsek. Kini aku sudah berpengalaman dan takkan merasa kehilanganmu lagi.

Aku sudah terbiasa sendiri tanpanya, toh dengan bersamanya pun aku tak pernah merasakan apa yang dinamakan perhatian oleh seorang pacar. Bersamanya aku juga tak pernah mendapatkan pesan penuh rasa sayang, hanya beberapa pesan yang kebetulan dikirim karena ingat disela kesibukannya yang sangat luar biasa itu. Bukankah begitu?

Kini aku membebaskannya, sekali lagi. Dari jerat ketergantunganku yang luar biasa selama ini. Tentu dia akan merasa senang karena tak lagi merasa terbebani. Semoga dia bahagia mendapati kenyataan itu.

Entri kali ini adalah tanda tangan tertulis dariku untuknya. Sebuah tanda mata yang mungkin takkan dia dapatkan dari gadis lainnya karena seseorang yang gemar menulis hal tak berguna seperti ini hanyalah diriku. Seseorang yang tak tau malu mengumbar aibnya semacam ini hanya aku, ya kan? Who's care?


Seperti yang sudah-sudah, aku yakin diaakan baik-baik saja. Kali ini aku pun akan begitu. Aku punya banyak teman yang berhasil mengusir kegelisahanku. Saat aku gagal piknik dengannya ada sosok mereka yang langsung mengadakan piknik dadakan hanya untuk menghiburku. Saat aku bercerita tentang kesendirianku saat pulang kampung nanti ada juga teman yang menawariku untuk pulang bersamanya. Tanpa pamrih.

Bahkan dia tak mempermasalahkan jika nanti libur lebaranku tak bersamaan dengannya. Sangat berbeda dengan lelaki itu yang sempat mengakui dirinya sebagai kekasihku. Namun siapa dirinya kali ini? Apakah status itu masih pantas untuk kuberikan padanya? Aku tak banyak berharap. Sekali lagi, dia hanya seorang brengsek. Dan sekali lagi, aku hanya seorang gadis yang tak berarti banyak.

Jadi disini masalahku.

Aku kecewa, kecewa sejadi-jadinya. Dia bercerita tentang bagaimana dia bahagia telah mendapatkan tiket kereta untuknya pulang kampung, tanpaku tentu saja. Lalu dengan sok manisnya, belagak pedulinya, ia menawarkan padaku untuk menawarkan mencarikan tiket. Aku tentu saja senang mendengar hal itu. Aku pikir ia akan mengajakku pulang bersamanya seperti biasa. Menawarkan dibelikan tiket kereta yang jadwalnya bersamanya. Tapi ternyata aku salah besar.

Dia egois, dan sepertinya sifat itu sudah mendarah daging padanya. Dia akan pulang duluan dan tak memikirkan tentang diriku, malah menyuruhku untuk pulang kampung sendiri yang hey--cikarang-jogja nggak hanya setengah jam perjalanan!

Dia membanggakan diri dengan liburan yang diterimanya dari tempatnya bekerja. Tentang hari yang libur yang lebih banyak dariku, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk berkeinginan pulang mendahuluiku tanpa bertanya bagaimana nasibku nanti, dengan siapa aku pulang nanti? Pikiran seperti itu tak pernah ada di pikirannya. Disini aku atau dia yang dungu?

Apa aku masih dianggapnya sebagai pacar?

Pacar menurutnya di posisi seperti apasih? Aku juga penasaran. 

Dia bahkan menyuruhku untuk naik kereta yang hanya bisa aku naiki dari stasiun Jakarta. Cikarang-Jakarta juga nggak cuman sejengkal jaraknya, kan? Dia mengatakan grab adalah solusi atas semua kegelisahanku. Saat aku mengungkapkan tentang kegaptekanku yang tak tau prosedur penukaran tiket dan segalanya, ia malah berceloteh tentang disana akan banyak petugas yang bisa kutanyai nantinya.

HEY! KAU PIKIR SEMUANYA SEMUDAH ITU UNTUKKU?

Aku bukan tipikal gadis penyuka keramaian, membayangkan sebuah stasiun yang ramai dengan kerumunan orang yang tak kukenal hanya malah membuatku mual. Bayangan tentang bau keringat banyak orang yang bercampur membuatku pening. Apalagi dengan keberadaanku yang sendiri. Aku ini tipikal orang paranoid yang akan terus berpikiran negatif pada orang-orang di dekatku, tak hanya waspada--tapi aku memang tipikal orang yang tak mudah percaya pada orang.

Bagaimana mungkin aku bisa percaya pada seseorang yang baru kukenal kalau dia saja yang sudah bersamaku nyaris lima tahun dan aku percaya setengah mati padanya malah dia berkhianat dengan keegoisannya sendiri dengan begitu mudahnya?

Lalu malam ini, si bodoh ini membuat sebuah status di salah satu akun pribadinya yang berbunyi, "tak ada yang bisa terlihat terus biasa-biasa saja. setiap perjuangan berhak mengakui kekalahannya masing-masing."

Tunggu!
Tunggu!
TUNGGU!

Perjuangan macam apa yang sebenarnya dia bicarakan? Bentar-bentar...biarkan aku tertawa sejenak (deep inside crying/of course). HAHAHAHAHAHAHA ketawa ajalah sampai mampus.

Dia itu terlalu percaya diri atau memang nggak tahu caranya intropeksi diri ya? Kapan dia berjuang untukku? Dan lelaki macam apa yang tahu pacarnya marah sudah lebih dari tiga hari dan tak mencoba menghubunginya sama sekali?

Persetan dengan kenyataan kalau aku masih mencintainya. Aku lelah menjadi wanita bodoh. Aku sudah sering merendahkan diriku, dengan mengais perhatiannya dengan selalu mencoba mempertahankan hubungan kami yang aku pikir tak pernah berarti untuknya....

Temanku (cowok) bilang; "Kalian masih pacaran dan sikap dia kaya gini ke kamu. Kamu masih mau sama dia? Ndah, buka mata kamu lebar-lebar. Kalau kamu udah jadi istrinya bakalan kaya gimana kamu? Cerai?"

Ucapan dia nggak ada yang salah. Malah bener banget dan nusuk. Aku sama kaya cewek lainnya di luar sana, yang memimpikan pernikahan sempurna sekali dalam hidupnya. Kalau untuk menjaga status pacaran aja nggak bisa gimana dengan bahtera rumah tangga nantinya?

Pantesan ya, kalau ditanyain tentang masalah nikah ngelesnya pinter banget. Soalnya dia emang kayanya nggak ada niat buat ke arah sana. 


Temanku yang lain bilang, "Pacaran nggak cuman disaat dia mau senengnya doang. Tapi dimana dia mau ngerasain pahit bareng kamu juga. Ngalah sehari-dua hari cuman nunggu biar pulang kampung bareng kamu aja nggak mau, gimana kalau nanti kamu jadi istri dia terus kamu sakit nggak bisa bangun lebih dari waktu itu--apa dia bakal mau nungguin sambil ngerawat kamu?"

Mungkin dia bakal ngebiarin aku sakit sampai aku kehilangan nafas dengan sendirinya.


Lucunya, beberapa waktu lalu aku baru saja mengunggah sebuah video ke instagram dengan sebuah caption, "You're the reason why i laugh the most but crying too."

Now, sadly i realize that you're the big reason why am i crying a lot.

Nice to know you for this quite 5years. Now, im done! HAPPY FAILED ANNIVERSARY NEXT APRIL 6TH.







PS. CHECK YOUR SALDO ACCOUNT DUDE! I'VE RETURN WHAT YOU LEND! GOMAWOYOOOOO! maybe it's seem just a lil problem for you but for me it's a big deal!!!





2 comments:

  1. Kak Indahhh, kangennn XD
    Btw masih inget aku ga ? Ehehehe :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai selmaaaaa of course yes, tapi jarang buka blog skrg lebih seringnya nulis di wattpad hehehehehe

      Delete